Sejarah Supreme New York
Asslamualaikum boy !!! Hari ini gue pengen beropini soal salah satu streetwear nih. Yap brand yang bakal gue bahas adalah brand SUPREME. Yap pasti kalian penggemar fashion dan anak hypebeast passti udah pada tau kan brand ini.
Banyak yang bertanya kenapa brand Supreme ini bisa mahal ? Bagi mereka yang sangat mengikuti trend, saat ditanya mereka membeli Supreme pasti jawabnya karena sedang Hype. Tapi bagi mereka pecinta brand ini pasti memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mengoleksi Supreme.
Banyak yang bertanya kenapa brand Supreme ini bisa mahal ? Bagi mereka yang sangat mengikuti trend, saat ditanya mereka membeli Supreme pasti jawabnya karena sedang Hype. Tapi bagi mereka pecinta brand ini pasti memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mengoleksi Supreme.
Nah sekarang gue mau ngasihtau Sejarah Supreme nih boy. Jadi, awalnya Supreme terbentuk sebagai toko perlengkapan skateboard dan juga pakaian streetwear. Berdiri di Lafayette Street New York, Amerika Serikat pada April 1994, Supreme ingin menjadi bagian dari budaya hip hop, punk rock hingga budaya yang melibatkan anak-anak muda.
James Jebbia, yap dia merupakan orang pertama yang mendirikan Supreme. Ia merupakan seorang cowok yang lahir di Amerika Serikat namun tinggal di Inggris sampai dia berusia 19 tahun. Uniknya James Jebbia ini awalnya ia memikirkan nama Supreme menjadi nama toko bukan nama brand.
Toko pertama Supreme sendiri didirkan di Lafayette Street di kota Manhattan pada 1994. Toko itu sengaja didesain sedemikian rupa biar para skaters tertarik masuk ke dalam sambil melihat-lihat produk Supreme. Modal pertama yang diperlukan James Jebbia sebesar 12 dollar AS. Dengan karyawan pertamanya adalah Gio Estevez.
James pernah belajar tentang industri retail saat bekerja di sebuah toko bernama Parachute di SoHo, dengan Eddie Cruz, yang saat ini jadi pendiri Undefeated.
Dan yang jarang kita ketahui nih boy bahwa pendiri Supreme ini sebelum mendirikan Supreme, ternyata ia juga pernah mendirikan Union, salah satu dari produk Streetwear di dunia. Enggak cuma itu, James juga pernah membantu pembukaan toko Stussy di New York pada 1991.
Wah gela sih kalau kayak gini emang udah berpengalaman si James ini dibidangnya. Jadi pantes aja dia bisa mendirikan sebuah brand yang sekarang banyak penggemarnya.
Opini gue sih mari kita tekunin passion yang kita punya boy jangan cuma mikirin duit dan gengsi. Karena gue yakin kalau lu bener - bener menggeluti bidangyang lo suka pasti lo akan sukses sans aja.
Baca juga : Kisah RA Kartini Dengan Suaminya
Baca juga : Kisah RA Kartini Dengan Suaminya


Komentar
Posting Komentar